1. Pada saat proses shutdown komputer akan meregistrasi ulang komponen komputer yang terpakai (digunakan) dan software serta data yang dipakai atau yang di delete. Kalau kita mematikan komputer secara langsung, maka komponen atau software serta data yang digunakan tidak dapat disimpan kedalam registrasi, sehingga bila terjadi masalah pada komputer maka komputer tidak dapat mengadakan system recofery berdasarkan tanggal atau waktu yang di tetapkan.
2. Pada saat proses shutdown, processor memberikan perintah kepada bios untuk menghentikan segala pekerjaan2 komponen peralatan, sehingga arus atau daya yang terpakai diputus secara normal, tapi kalau kita mematikan langsung maka komponen komputer secara mendadak mati tanpa pemutusan arus secara normal sehingga lama kelamaan akan menimbulkan kerusakan pada komponen komputer.
3. Pada saat proses shutdown fan komputer akan bekerja duakali lebih cepat untuk proses pendinginan processor, kalau kita mematikan komputer secara langsung, maka pendinginan processor tidak bekerja secara normal maka lama-kelamaan processor bisa rusak.
4. Pada saat proses shutdown system memory akan dikosongkan, sehingga pada saat komputer dipakai lagi maka memory sudah benar-benar dalam keadaan refresh, kalau kita mematikan komputer secara langsung maka besar kemungkinan memory bisa rusak.
5. Pada saat proses shutdown hardisk bekerja untuk menyimpan data yang diperintahkan processor serta menyalin data komponen serta software kedalam registrasi komputer, kemudian head hardisk akan kembali keposisi awal (keposisi tidak membaca hardisk), kalau kita mematikan komputer secara langsung maka selain data komponen dan software tidak tersimpan pada registry, juga posisi head hardisk berada di tengah2 silinder hardisk, sehingga pada saat dihidupkan kembali head komputer dapat merusak silinder hardisk sehingga terjadi Bad sector hardisk, lama kelamaan akan menyebabkan hardisk rusak.
Stanby, Shutdown dan Hibernate
1. STANDBY
Ketika kita memilih MENU ini, WINDOWS akan membuat keadaan komputer dalam keadaan HEMAT ENERGI. Hemat energi disini maksudnya adalah, KOMPUTER dinyalakan dengan menggunakan LISTRIK SEMINIM MUNGKIN. Hal yang biasa terjadi ketika komputer dalam keadaan STANDBY adalah monitor dalam keadaan mati ( tidak menampilkan gambar ). Pada keadaan STANDBY, komputer menunggu respon dari USER agar kembali seperti semula atau kembali ke keadaan NORMAL. Responnya diantara lain adalah gerakan MOUSE dan AKSES KEYBOARD ( kita menekan tombol di keyboard ).
2. SHUTDOWN
Pilihan SHUTDOWN sepertinya semua orang sudah tau fungsi dan apa yang terjadi pada komputer ketika kita memilih pilihan ini. Komputer akan mati ( off ) ketika kita memilih SHUTDOWN. SEMUA memory volatile akan hilang karena tidak ada listrik yang menyala ( contohnya RAM ).
3. HIBERNATE
Pilihan HIBERNATE membuat komputer mati ( off ) seperti pada pilihan SHUTDOWN. Namun ada yang berbeda dalam pilihan ini, yaitu sebelum komputer dalam keadaan off, memori-memori yang ada di RAM ( VOLATILE MEMORY ), di copy semua ke dalam HARDISK ( NON-VOLATILE MEMORY ). Maksud dari pernyataan ini adalah semua aktifitas kita ( memori-memori aplikasi yang sedang kita buka, seperti word dll ) akan disimpan dalam HARDISK. Dan ketika kita nyalakan kembali KOMPUTER kita, RAM akan meminta kepada HARDISK memori-memori yang tadi tersimpan, sehingga nantinya booting akan lebih cepat karena RAM sudah memiliki memori yang dibutuhkan untuk masuk ke WINDOWS. Juga aplikasi-aplikasi yang tadi kita gunakan ( sebelum di-HIBERNATE ) akan langsung terbuka begitu masuk ke WINDOWS.
sumber : kaskus
Read More...
Wednesday, September 8, 2010
Tuesday, September 8, 2009
Tips cara menghilangkan Ask for genuine Microsoft
jalankan safe mode lalu ikuti langkah berikut ini:
1. Buka regedit masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon\Notify
Delete folder ‘WgaLogon’ dan semua isi nya
2. Hapus file yang terdapat pada
C:\WINDOWS\system32\WgaLogon.dll
C: \WINDOWS\system32\WgaTray.exe
C:\WINDOWS\system32\LegitCheckControl.dll
lalu restart seperti biasanya. Read More...
1. Buka regedit masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon\Notify
Delete folder ‘WgaLogon’ dan semua isi nya
2. Hapus file yang terdapat pada
C:\WINDOWS\system32\WgaLogon.dll
C: \WINDOWS\system32\WgaTray.exe
C:\WINDOWS\system32\LegitCheckControl.dll
lalu restart seperti biasanya. Read More...
Saturday, September 5, 2009
Tips mempercepat koneksi internet dengan dengan mengubah policy system windows
Klik Start - Run - ketik : gpedit.msc (tanpa tanda) Ini akan memunculkan tampilan "Windows Policy". Kemudian masuk ke : Local Computer Policy - Computer Configuration - Administrative Templates - Network - QOS Packet Scheduler kemudian di tampilan kanan pilih "Limit Reservable Bandwidth", disitu tertulis "Not Configured" - doubel klik (ada tampilan baru, "Limit reservable bandwidth Properties).
Jika ingin tahu keterangannya buka di bagian "Explain". Di situ tertulis keterangan windows secara default menggunakan 20% bandwidth kita. Kembali ke "Setting" dan pilih "Enabled" lalu ganti 20 % menjadi 0%.
cimahi-one.com
kaskus.us Read More...
Jika ingin tahu keterangannya buka di bagian "Explain". Di situ tertulis keterangan windows secara default menggunakan 20% bandwidth kita. Kembali ke "Setting" dan pilih "Enabled" lalu ganti 20 % menjadi 0%.
cimahi-one.com
kaskus.us Read More...
Tuesday, August 25, 2009
Ternyata Sisha lebih berbahaya daripada rokok
Sisha atau hookah berasal bahasa Persia yang memiliki arti gelas atau piala. Para penggunanya beranggapan bahwa kandungan air yang digunakan dalam sisha berfungsi sebagai filter penyaring racun yang membahayakan.
Namun pada kenyataannya, baik rokok atau pun sisha ternyata memiliki efek negatif yang tak jauh berbeda. Sebuah riset terbaru menyebutkan, hookah dan rokok tembakau sama-sama mengandung kadar tinggi karbonmonoksida yang merugikan kesehatan.
Shisha adalah kegiatan menghirup aroma buah-buahan dan tembakau yang dibakar, lalu uapnya dialirkan melalui pipa atau bejana dan dihirup oleh hidung melalui selang.
Kegiatan yang berasal dari negeri-negeri di jazirah Arab itu sudah lama dikenal dan banyak dilakukan orang karena bisa menenangkan sekaligus menyenangkan.
Riset yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association ini memang hanya meneliti satu jenis gas beracun saja. Sehingga mustahil untuk membandingkan secara langsung dampak penggunaaan sisha dengan asap rokok.
Walau begitu, riset ini setidaknya memberi peringatan kepada pecinta sisha untuk berpikir dua kali menghisap pipa. Menikmati sisha bukanlah suatu aktivitas yang bebas risiko seperti yang mereka kira.
"Penggunaannya sungguh tidak aman untuk kesehatan," kata penulis riset S Katharine Hammond, kepala Divisi Ilmu Kesehatan Lingkungan di University of California, Berkeley.
Sisha yang hampir serupa dengan bong yang digunakan untuk mengisap mariyuana, memang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Di banyak negara kini banyak berdiri bar-bar menyediakan sisha sehingga memicu ketertarikan pengunjung untuk mencoba menghisap pipa berbentuk unik tersebut, termasuk di Indonesia.
Untuk membuktikan kandungan racun pada sisha, Hammond melibatkan 27 mahasiswa yang biasa menghisap sisha selama satu jam dalam tiga malam yang berbeda pada April 2006.
Lima mahasiwa lain yang tidak memakai hookah juga dilibatkan dalam riset. Tetapi mereka harus tinggal bersama di ruangan saat para mahasiswa mengisap sisha.
Partisipan sebelumnya harus terbebas dari sisha selama 84 jam sebelum riset dilakukan. Kemudian, partisipan penghisap pipa yang didalamnya mengandung air serta 10 gram tembakau Al Fakher Mu'assal Tobacco yang dipanaskan menggunakan arang.
Peneliti lalu memantau kandungan karbonmonoksida pada dua kelompok partisipan sebelum dan sesudahnya dengan menggunakan sebuah mesin yang didesain untuk mendeteksi perokok.
Rata-rata kandungan karbonmonoksida pada partisipan mencapai 42 ppm, lebih tinggi ketimbang yang ditemukan pada perokok sigaret (17 ppm). Riset juga menemukan kadar karbonmonoksida meningkat di ruangan tempat partisipan menghisap hookah, dan bahkan bisa mencapai tingkat yang merugikan kesehatan lingkungan.
Hookah atau sisha mungkin saja tidak akan membuat Anda mengidap kanker paru-paru, tetapi akan mempengaruhi kesehatan dengan cara lain.
Sementara itu Thomas Eissenberg, profesor psikologi dari Virginia Commonwealth University yang juga meneliti penggunaan sisha mengatakan bahwa risetnya menunjukkan bahwa menghisap sisha selama 45 menit menghasilkan jumlah tar 36 kali lebih banyak ketimbang merokok selama lima menit.
Selama ini orang-orang yang tidak merokok menyalurkan hasrat merokok mereka lewat Shisa. Aktivitas yang diusung oleh kalangan Timur Tengah itu saat ini sudah menjadi tren di beberapa kafe atau pesta.
Banyak orang yang pergi ke tempat shisha merasa aman dan menganggap shisha sebagai alternatif merokok. Hal inilah yang justru menjadi salah konsepsi masyarakat.
"Kami menemukan satu sesi dari kegiatan shisha selama 30 menit mengandung 10 miligram karbon monoksida yang lebih tinggi dibanding rokok," jelas Hillary.
Dengan adanya penemuan ini, para peneliti berharap agar para pengguna shisha berpikir dua kali untuk terus melakukan kegiatan itu.
sumber
http://www.muslimdaily.net/berita/medis/2400/shisha-lebih-berbahaya-dari-rokok
http://health.detik.com/read/2009/08/24/141804/1188562/763/shisha-400-kali-lebih-bahaya-dari-rokok
http://forum.tabloidnova.com/archive/index.php/t-6912.html Read More...
Namun pada kenyataannya, baik rokok atau pun sisha ternyata memiliki efek negatif yang tak jauh berbeda. Sebuah riset terbaru menyebutkan, hookah dan rokok tembakau sama-sama mengandung kadar tinggi karbonmonoksida yang merugikan kesehatan.
Shisha adalah kegiatan menghirup aroma buah-buahan dan tembakau yang dibakar, lalu uapnya dialirkan melalui pipa atau bejana dan dihirup oleh hidung melalui selang.
Kegiatan yang berasal dari negeri-negeri di jazirah Arab itu sudah lama dikenal dan banyak dilakukan orang karena bisa menenangkan sekaligus menyenangkan.
Riset yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association ini memang hanya meneliti satu jenis gas beracun saja. Sehingga mustahil untuk membandingkan secara langsung dampak penggunaaan sisha dengan asap rokok.
Walau begitu, riset ini setidaknya memberi peringatan kepada pecinta sisha untuk berpikir dua kali menghisap pipa. Menikmati sisha bukanlah suatu aktivitas yang bebas risiko seperti yang mereka kira.
"Penggunaannya sungguh tidak aman untuk kesehatan," kata penulis riset S Katharine Hammond, kepala Divisi Ilmu Kesehatan Lingkungan di University of California, Berkeley.
Sisha yang hampir serupa dengan bong yang digunakan untuk mengisap mariyuana, memang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Di banyak negara kini banyak berdiri bar-bar menyediakan sisha sehingga memicu ketertarikan pengunjung untuk mencoba menghisap pipa berbentuk unik tersebut, termasuk di Indonesia.
Untuk membuktikan kandungan racun pada sisha, Hammond melibatkan 27 mahasiswa yang biasa menghisap sisha selama satu jam dalam tiga malam yang berbeda pada April 2006.
Lima mahasiwa lain yang tidak memakai hookah juga dilibatkan dalam riset. Tetapi mereka harus tinggal bersama di ruangan saat para mahasiswa mengisap sisha.
Partisipan sebelumnya harus terbebas dari sisha selama 84 jam sebelum riset dilakukan. Kemudian, partisipan penghisap pipa yang didalamnya mengandung air serta 10 gram tembakau Al Fakher Mu'assal Tobacco yang dipanaskan menggunakan arang.
Peneliti lalu memantau kandungan karbonmonoksida pada dua kelompok partisipan sebelum dan sesudahnya dengan menggunakan sebuah mesin yang didesain untuk mendeteksi perokok.
Rata-rata kandungan karbonmonoksida pada partisipan mencapai 42 ppm, lebih tinggi ketimbang yang ditemukan pada perokok sigaret (17 ppm). Riset juga menemukan kadar karbonmonoksida meningkat di ruangan tempat partisipan menghisap hookah, dan bahkan bisa mencapai tingkat yang merugikan kesehatan lingkungan.
Hookah atau sisha mungkin saja tidak akan membuat Anda mengidap kanker paru-paru, tetapi akan mempengaruhi kesehatan dengan cara lain.
Sementara itu Thomas Eissenberg, profesor psikologi dari Virginia Commonwealth University yang juga meneliti penggunaan sisha mengatakan bahwa risetnya menunjukkan bahwa menghisap sisha selama 45 menit menghasilkan jumlah tar 36 kali lebih banyak ketimbang merokok selama lima menit.
Selama ini orang-orang yang tidak merokok menyalurkan hasrat merokok mereka lewat Shisa. Aktivitas yang diusung oleh kalangan Timur Tengah itu saat ini sudah menjadi tren di beberapa kafe atau pesta.
Banyak orang yang pergi ke tempat shisha merasa aman dan menganggap shisha sebagai alternatif merokok. Hal inilah yang justru menjadi salah konsepsi masyarakat.
"Kami menemukan satu sesi dari kegiatan shisha selama 30 menit mengandung 10 miligram karbon monoksida yang lebih tinggi dibanding rokok," jelas Hillary.
Dengan adanya penemuan ini, para peneliti berharap agar para pengguna shisha berpikir dua kali untuk terus melakukan kegiatan itu.
sumber
http://www.muslimdaily.net/berita/medis/2400/shisha-lebih-berbahaya-dari-rokok
http://health.detik.com/read/2009/08/24/141804/1188562/763/shisha-400-kali-lebih-bahaya-dari-rokok
http://forum.tabloidnova.com/archive/index.php/t-6912.html Read More...
Jangan Berbuka dengan yang Manis
Saat ini kita menjalankan puasa Ramadhan. Di bulan puasa, sering kita dengar kalimat
`Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis,' katanya.
Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?
Dari Anas bin Malik ia berkata : "Adalah Rasulullah berbuka dengan
Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab,
maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada
kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)
Nabi Muhammad Saw berkata : "Apabila berbuka salah satu kamu, maka
hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya,
maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci."
Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma,
beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan `yang
manis-manis' ? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex
carbohydrate) . Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau
minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan
berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate) .
Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak
jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan
berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis adalah 'sunnah
Nabi'. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa
dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat
sederhana) justru merusak kesehatan.
Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka puasa
`disunnahkan' minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan
saya, Rasulullah mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih,
bukan yang manis-manis.
Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis. Kurma segar
merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah,
sehingga tidak menggemukkan (data di sini dan di sini). Tapi kurma
yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan
sudah berupa `manisan kurma', bukan lagi kurma segar. Manisan kurma
ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar
awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma
impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat
mungkin harganya menjadi sangat mahal.
Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?
Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana
yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula
(karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen,
perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang
manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum.
Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli,
naiknya pelan-pelan.
Mari kita bicara `indeks glikemik' (glycemic index/GI) saja. Glycemic
Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam
tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan
itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula
menghasilkan respons insulin.
Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat
menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa
mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah.
Kenapa? Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin
menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari
mereka.
Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan
gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya) , sehingga
respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh
akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.
Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi
Allah `ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia. Kata Beliau, bila
berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas,
lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan
pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin
penyakit. Itu jawaban beliau. Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan
besar, kurma yang ada di Indonesia adalah `manisan kurma', bukan kurma
asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.
Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk
diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak
melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh
untuk menabung lemak juga rendah.
Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru
lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang,
bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena
langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang
manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang
mengecil karena puasa.
Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat
seperti `buah pir', penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum
masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah
'sunnah', maka puasa bukannya malah menyehatkan kita. Banyak orang di
bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk
karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka
efeknya `rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.'
Jadi, saya kira, "berbukalah dengan yang manis-manis" itu adalah
kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka
diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa
(disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya
kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang
keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, `berbukalah dengan yang
manis' itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali
perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.
Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan
hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan
yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya. Saya,
mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu.
Semoga tidak termakan waham umum `berbukalah dengan yang manis'. Atau
lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama.
Periksa dulu kebenarannya.
Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: "Makanlah hanya ketika
lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang." Juga, isi sepertiga
perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya
biarkan kosong.
"Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar
barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang," kata Rasulullah.
"Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk
daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh
tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari,
cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya,
dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu
Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma'di Kasib)
Semoga bermanfaat.
Wassalaamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sumber:[Herry Mardian, Yayasan Paramartha], kaskus Read More...
`Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis,' katanya.
Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?
Dari Anas bin Malik ia berkata : "Adalah Rasulullah berbuka dengan
Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab,
maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada
kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)
Nabi Muhammad Saw berkata : "Apabila berbuka salah satu kamu, maka
hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya,
maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci."
Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma,
beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan `yang
manis-manis' ? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex
carbohydrate) . Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau
minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan
berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate) .
Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak
jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan
berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis adalah 'sunnah
Nabi'. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa
dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat
sederhana) justru merusak kesehatan.
Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka puasa
`disunnahkan' minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan
saya, Rasulullah mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih,
bukan yang manis-manis.
Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis. Kurma segar
merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah,
sehingga tidak menggemukkan (data di sini dan di sini). Tapi kurma
yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan
sudah berupa `manisan kurma', bukan lagi kurma segar. Manisan kurma
ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar
awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma
impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat
mungkin harganya menjadi sangat mahal.
Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?
Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana
yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula
(karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen,
perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang
manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum.
Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli,
naiknya pelan-pelan.
Mari kita bicara `indeks glikemik' (glycemic index/GI) saja. Glycemic
Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam
tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan
itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula
menghasilkan respons insulin.
Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat
menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa
mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah.
Kenapa? Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin
menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari
mereka.
Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan
gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya) , sehingga
respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh
akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.
Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi
Allah `ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia. Kata Beliau, bila
berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas,
lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan
pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin
penyakit. Itu jawaban beliau. Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan
besar, kurma yang ada di Indonesia adalah `manisan kurma', bukan kurma
asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.
Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk
diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak
melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh
untuk menabung lemak juga rendah.
Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru
lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang,
bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena
langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang
manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang
mengecil karena puasa.
Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat
seperti `buah pir', penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum
masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah
'sunnah', maka puasa bukannya malah menyehatkan kita. Banyak orang di
bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk
karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka
efeknya `rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.'
Jadi, saya kira, "berbukalah dengan yang manis-manis" itu adalah
kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka
diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa
(disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya
kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang
keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, `berbukalah dengan yang
manis' itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali
perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.
Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan
hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan
yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya. Saya,
mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu.
Semoga tidak termakan waham umum `berbukalah dengan yang manis'. Atau
lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama.
Periksa dulu kebenarannya.
Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: "Makanlah hanya ketika
lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang." Juga, isi sepertiga
perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya
biarkan kosong.
"Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar
barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang," kata Rasulullah.
"Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk
daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh
tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari,
cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya,
dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu
Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma'di Kasib)
Semoga bermanfaat.
Wassalaamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sumber:[Herry Mardian, Yayasan Paramartha], kaskus Read More...
Saturday, August 22, 2009
Melacak IP Address Pengirim Email
Sering kali kita menerima pesan yang masuk ke alamat email bahkan pesan yang berupa SPAM (Pesan yang di anggap Sampah biasanya berupa Iklan).Berikut merupakan Tips untuk mengetahui IP address dari manakah asal pengirim email:
Yahoo Mail.
1. Login ke account email anda ( http://mail.yahoo.com/ ).
2. Masuk ke inbox dan buka salah satu email yang ingin anda lihat.
3. Pada pojok kanan bawah cari menu tulisan “Full Headers” dan klik tulisan tersebut.
4. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Gmail / Google Mail.
1. Login ke account email anda ( http://gmail.com/ ).
2. Masuk ke inbox
3. Buka salah satu email yang ingin anda lihat,
4. Lihat kanan di bagian atas ada pilihan Reply, terus disamping tulisan Reply ada tanda panah ke bawah, klik tanda panah tersebut dan pilih Show Original.
5. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Hotmail.
1. Login ke account email anda ( http://hotmail.com/ ).
2. Buka salah satu email yang ingin anda lihat
3. Klik kanan email tersebut dan pilih View Source.
4. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Outlook Express.
1. Buka program Outlook Express dan login ke email anda.
2. Klik kanan pada salah satu email yang ingin anda lihat.
3. Klik menu Properties.
4. Klik tab Detail.
5. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Microsoft Outlook.
1. Buka program Outlook Express dan login ke email anda.
2. Klik kanan pada salah satu email yang ingin anda lihat dan pilih Options
3. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain. Read More...
Yahoo Mail.
1. Login ke account email anda ( http://mail.yahoo.com/ ).
2. Masuk ke inbox dan buka salah satu email yang ingin anda lihat.
3. Pada pojok kanan bawah cari menu tulisan “Full Headers” dan klik tulisan tersebut.
4. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Gmail / Google Mail.
1. Login ke account email anda ( http://gmail.com/ ).
2. Masuk ke inbox
3. Buka salah satu email yang ingin anda lihat,
4. Lihat kanan di bagian atas ada pilihan Reply, terus disamping tulisan Reply ada tanda panah ke bawah, klik tanda panah tersebut dan pilih Show Original.
5. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Hotmail.
1. Login ke account email anda ( http://hotmail.com/ ).
2. Buka salah satu email yang ingin anda lihat
3. Klik kanan email tersebut dan pilih View Source.
4. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Outlook Express.
1. Buka program Outlook Express dan login ke email anda.
2. Klik kanan pada salah satu email yang ingin anda lihat.
3. Klik menu Properties.
4. Klik tab Detail.
5. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Microsoft Outlook.
1. Buka program Outlook Express dan login ke email anda.
2. Klik kanan pada salah satu email yang ingin anda lihat dan pilih Options
3. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain. Read More...
Friday, August 21, 2009
aturan dasar protokol
Coba perhatikan, saat ada acara-acara resmi atau acara kenegaraan biasanya para tamu akan memasuki ruangan dengan urutan dan posisi tertentu. Tentu urutan tersebut tidak asal saja ditetapkan. Ada aturan tertentu yang disebut protocol untuk menetapkannya. Kalau Anda ingin tahu, berikut penjelasan singkatnya.
apakah protokol itu?
Protokol berasal dari bahasa Yunani protos yang berarti lembar pertama dan kolla yang berarti melekatkan. Protokol adalah suatu rule of politeness yang berisi aturan, hukum, atau perjanjian yang telah disepakati bersama dalam hubungan diplomatik antarnegara. Protokol juga merupakan etiket resmi berbagai upacara kenegaraan yang sarat tata tertib: tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan.
sejak kapan protokol berkembang?
Sejarah protokol tak bisa lepas dari sejarah seni diplomatik yang berkembang sejak zaman Romawi. Sejarah perkembangan diplomasi baru menanjak pesat sejak tahun 1815, karena sejak itu peraturan-peraturan baru yang mengatur klasifikasi petugas-petugas diplomatik disahkan dalam Konvensi Wina. Jadi, sejak saat itu juga perkembangan protokol terus melesat.
apakah yang penting dalam protokol?
Aspek yang penting adalah masalah tata upacara, tata penghormatan, tata pengaturan tempat atau préséance(bahasa Prancis). Di sini diatur siapa yang berhak mendapatkan prioritas dalam urutan pengaturan tempat. Kemudian, hal ini dikenal dengan istilah “tata urutan” atau “tata tempat” yang merupakan ketentuan tertulis tentang penentuan urutan dan teknik pelaksanaannya dalam berbagai upacara atau pertemuan resmi. Oleh karena itu, menjawab RSVP dalam undangan-undangan resmi atau jamuan makan duduk adalah hal yang teramat sangat penting!
siapa saja yang menjadi prioritas?
Mereka yang memiliki jabatan dan pangkat tertentu (VIP—very important person) dan juga memiliki derajat tertentu (VIC—ver important citizen) biasanya mendapatkan hak untuk didahulukan dalam urutan. Umumnya kedudukan itu diperoleh dari pemilikan tanda jasa, dan jabatan. Read More...
apakah protokol itu?
Protokol berasal dari bahasa Yunani protos yang berarti lembar pertama dan kolla yang berarti melekatkan. Protokol adalah suatu rule of politeness yang berisi aturan, hukum, atau perjanjian yang telah disepakati bersama dalam hubungan diplomatik antarnegara. Protokol juga merupakan etiket resmi berbagai upacara kenegaraan yang sarat tata tertib: tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan.
sejak kapan protokol berkembang?
Sejarah protokol tak bisa lepas dari sejarah seni diplomatik yang berkembang sejak zaman Romawi. Sejarah perkembangan diplomasi baru menanjak pesat sejak tahun 1815, karena sejak itu peraturan-peraturan baru yang mengatur klasifikasi petugas-petugas diplomatik disahkan dalam Konvensi Wina. Jadi, sejak saat itu juga perkembangan protokol terus melesat.
apakah yang penting dalam protokol?
Aspek yang penting adalah masalah tata upacara, tata penghormatan, tata pengaturan tempat atau préséance(bahasa Prancis). Di sini diatur siapa yang berhak mendapatkan prioritas dalam urutan pengaturan tempat. Kemudian, hal ini dikenal dengan istilah “tata urutan” atau “tata tempat” yang merupakan ketentuan tertulis tentang penentuan urutan dan teknik pelaksanaannya dalam berbagai upacara atau pertemuan resmi. Oleh karena itu, menjawab RSVP dalam undangan-undangan resmi atau jamuan makan duduk adalah hal yang teramat sangat penting!
siapa saja yang menjadi prioritas?
Mereka yang memiliki jabatan dan pangkat tertentu (VIP—very important person) dan juga memiliki derajat tertentu (VIC—ver important citizen) biasanya mendapatkan hak untuk didahulukan dalam urutan. Umumnya kedudukan itu diperoleh dari pemilikan tanda jasa, dan jabatan. Read More...
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
